HOME  ::  TENTANG SITUS  ::  KEGIATAN  ::  KONTAK KAMI  ::
Tuesday, 09 February 2010 Website ini adalah pindahan dari www.alislam.or.id

Berita
Berita Islam
Tabligh News
Kajian Lainnya
Info Tabligh Akbar
Ensiklopedi Muslim
Aqidah
Etika
Ibadah
Muamalah
Larangan
Audio
Tabligh News
Kajian Aqidah
Kajian Fikih
Kajian Hadits
Suplemen
Artikel
Fatwa
Kisah Islami
Persekongkolan Blok Kafir terhadap Umat Islam Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Farid Achmad Okbah, M.Ag.   
Monday, 26 February 2007

Pergolakan antara kebenaran dan kebatilan bermula sejak Iblis menolak perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Adam. Maka, dia bersumpah untuk menyesatkan umat manusia, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas karena mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Karena itulah, perlawanan paling berat dialami oleh para nabi. Allah SWT menjelaskan (yang artinya), "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) ...." (Al-An’aam: 112). 

Kebatilan akan terus melahirkan kezaliman-kezaliman dan ujungnya adalah kehancuran. Sedangkan kemenangan akan ada di pihak kebenaran, cepat atau lambat. Firman Allah SWT, "Dan katakanlah: 'Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.' Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." ( Al-Isra' : 81).

Kemenangan bagi umat Islam adalah sunnah yang bersifat aksiomatik apabila dipenuhi syarat-syaratnya. Amerika sedang memimpin kebatilan dunia untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Tapi, "Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari." (An-Naml: 50).

Mari kita lihat sejauh mana kekuatan blok kafir dan apa bekal umat Islam untuk menghadapi Amerika dan sekutu-sekutunya. Kekafiran adalah agama yang satu. Kerja sama di antara mereka suatu keniscayaan. Allah SWT , "Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa." (Al-Jaatsiyah: 19).

Segala upaya mereka satu padukan untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Apalagi, setelah mereka merasa menang dalam perang dingin dengan Rusia yang gulung tikar setelah kekalahan yang dialaminya secara telak di Afghanistan. Oleh Gorbachef dikatakan sebagai salah perhitungan. Satu per satu wilayah yang dicengkeram Rusia berguguran dan komumisme bangkrut, gulung tikar.

Menurut Sammuel P. Hangtington, penasihat pemerintah AS, musuh berikutnya yang harus dihancurkan adalah Islam dengan segala kekuatannya. Maka, segala langkah dirancang. Melihat gulung tikarnya Rusia karena perjuangan mujahidin, maka Amerika berusaha untuk menghancurkan mereka. Sehingga, semua gerak langkah mereka dipersempit. Terutama setelah peranan mujahidin nampak dalam perjuangan mereka membantu saudara-saudara sesama Muslim yang mengalami etnic cleansing di Bosnia. Perjuangan Kasymir, perjuangan di Filipina Selatan, dll., maka dicarilah jalan untuk menghancurkan mereka. Rupanya analisis buku Bukan, tetapi Perang terhadap Islam menguatkan rekayasa 11 September sebagai entri point untuk menyatakan perang total terhadap terorisme internasional, yaitu Islam. Sasaran yang dituju adalah WTC sebagai pusat bisnis internasional dan counternya adalah membasmi perdagangan Islam, yaitu jihad dan mujahidin. Firman Allah SWT, "Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya." (Ash-Shaf: 10-11).

Mereka telah berhasil sedemikian rupa untuk mempengaruhi opini dunia bahwa yang diperjuangkan betul-betul adalah membasmi terorisme. Padahal, kenyataan membuktikan bahwa Amerika adalah sumber terorisme dalam infasinya ke negara-negara berdaulat, seperti Afghanistan, Irak, Somalia, dll. Dan, teroris Israel malah mendapat dukungan luar biasa, bahkan vetonya selalu membela teroris Israel. Begitulah keadaan berlangsung di mata dunia, tanpa ada yang bisa menghentikan langkah-langkahnya, termasuk PBB yang bermarkas dan dibiayai oleh Amerika tersebut.

Meskipun begitu, justru dalam kazaliman dan arogansi Amerika itu kita akan melihat masa kehancurannya. Karena, Allah SWT berfirman, "Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Asy-Su’araa: 227).

"Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam." (Al-An’: 45).

Rasulullah saw. bersabda, "Perbuatan zalim adalah kegelapan-kegelapan di hari kiamat." (HR Bukhari dan Muslim).

Ya, Amerika yang dikuasai oleh lobi Yahudi internasional telah bekerja sama dengan salibisme internasional dan pemerintah-pemerintah sekuler yang didukung oleh ulama ulama suu' (ulama yang buruk) dengan jajaran intelejen yang canggih berusaha keras melumatkan kekuatan umat Islam. Bahkan, tak jarang sebagian tokoh Islam yang malah ikut-ikutan menyudutkan umat Islam, padahal mereka mengaku sebagai seorang Muslim.

Kekuatan memang tidak seimbang, tapi Allah SWT selalu membela hamba-hamba-Nya yang ikhlas berjuang karena-Nya, sehingga tidak ada istilah menyerah, apalagi pensiun berjuang. "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad: 7).

Umat Islam mulai melemah sejak abad 16 M di bawah dinasti Usmaniyah di Turki, Shafawiyah di Iran, dan Moghol di India. Keadaan itu kemudian dimanfaatkan oleh blok-blok kafir untuk menjajah wilayah-wilayah Islam, termasuk Indonesia oleh Portugis dan Belanda. Mereka merusak umat Islam dengan tiga senjata.

  1. Menjajah fisik dengan senjata.
  2. Menjajah agama dengan kristenisasi.
  3. Menjajah otak dengan oreintalisme.
Penjajahan fisik berakhir dengan merdekanya wilayah-wilayah jajahan, tapi kristenisasi dan oreintalisasi tetap berjalan. Rupanya perkembangan Islam semakin pesat dan kekuatannya semakin mantap, baik dari segi sumber daya alam maupun manusianya yang menunjukkan kebangkitan umat Islam di segala bidang. Hal itu menjadikan blok kafir bersatu untuk menghadang kekuatan Islam yang oleh mereka dianggap sebagai ancaman serius, terutama karena faktor agama. Makanya, keluar dari mulut George Bush bahwa ini adalah Perang Salib (Crusade), meski kemudian dia menarik lagi kata-kata itu. Amerika Akan Hancur dari Dalam Sebenarnya Amerika itu mengandung banyak kelemahan. Kata Al-Maududi, andaikan umat Islam bagaikan lalat-lalat yang mengiang di telinga sang gajah, maka gendang telinganya akan pecah. Tapi sayangnya, suara umat Islam tidak bulat. Mereka dipecah-pecah menjadi tiga kelompok.
  1. Kelompok pertama adalah kelompok formalistik, yaitu mayoritas umat Islam yang mempraktikkan Islam sebatas ritual.
  2. Kedua, kelompok umat Islam yang substansialistis atau modernis, atau inklusif, atau liberalis, atau nasionalis, atau sekularis, yang hanya mau roh Islam tapi jasad syaitan. Mereka adalah anak-anak emas Barat.
  3. Sedangkan yang menjadi target mereka dan harus dihancurkan adalah kelompok fundamentalis (istilah mereka), yaitu umat Islam yang ingin kembali menerapkan Islam secara kaffah atau menyeluruh, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, dll. Apa pun kerja mereka sebenarnya untuk menzalimi umat Islam.
Sesungguhnya indikasi-indikasi kehancuran Amerika sudah mulai kelihatan, hal itu seperti diungkap seorang penyair Mesir, Syauqi: "Bangsa-bangsa itu tergantung akhlaknya Apabila akhlak mereka bejat, hancurlah bangsa itu." Melihat hasil penelitian dua orang Amerika bernama James Pattersoon dan Pater Kirm dalam bukunya yang berjudul The Day Amerika Told the Truth, dari hasil polling yang dilakukan kepada 2000 orang Amerika dari berbagai strata sosial, terungkap 54 hakikat kehancuran Amerika dari dalam, di antaranya sebagai berikut.
  • Amerika tidak memiliki keteladanan bermoral, baik politikus, ekonomi, agamawan, dan yang paling buruk adalah wartawan (dari media massa).
  • Kejahatan terus meningkat sampat 600% dan 60% penduduk pernah menjadi korban.
  • Kebohongan sudah melanda luas masyarakat Amerika.
  • Satu dari tujuh orang pernah mengalami kekerasan seksual, dan gadis-gadis kehilangan keperawanan sebelum usia 13 tahun.
  • Penodongan, penjambretan, dan perampokan merajalela, 20% dari mereka pernah mengalami hal itu.
  • Broken home menjadi umum, karena anak-anak tidak mendapat kasih sayang.
  • Minuman keras dan narkoba di kawasan umum, selain free sex.
  • Satu dari tiga orang yang terkena AIDS tidak memberitahukan pasangannya bahwa ia terinfeksi.
  • Satu dari tujuh orang membawa senjata tajam/api (pistol).
  • Rasisme dan egoisme menimpa masyarakat umum.
  • Dll.

Ini adalah indikasi pertama. Adapun indikasi kedua bahwa perkembangan Islam di Amerika termasuk yang terpesat. Sehingga, semakin banyak orang Amerika yang memeluk agama Islam. Majalah Mujtama' pernah memuat berita bahwa 10.000 tentara Amerika di Pentagon adalah Muslim. Jadi, Amerika, Insya Allah, akan jatuh dari dalam. Semoga kita bisa menyaksikan kehancuran Amerika, seperti kita menyaksikan keruntuhan salah satu negara adi daya, Uni Sovyet, setelah kegagalan yang memalukan dalam peperangan di Afghanistan. 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >