|
Larangan Menganggap Remeh Kebaikan |
|
|
|
Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali
|
|
Monday, 30 March 2009 |
|
Diriwayatkan dari Abu Dzar r.a,ia berkata, Nabi saw. pernah bersabda
kepadaku, "Janganlah engkau menganggap remeh suatu kebaikan, walaupun
sekedar bermanis muka ketika engkau menemui saudaramu," (HR Muslim
[2626]).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw.
bersabda, "Wahai kaum wanita muslimah janganlah sebuah keluarga
menganggap remeh pemberian tetangganya walaupuan hanya diberi kaki
kambing," (HR Bukhari [6017] dan Muslim [1030]).
Kandungan Bab:
- Larangan menganggap remeh amalan baik apapun yang dibawa oleh syari'at.
- Batalnya pemikiran yang membagi agama kepada bagian inti
dan kulit atau membagi syari'at Allah kepada ushul dan furu'
sebagaimana yang disangka kepadanya ahli bid'ah di zaman sekarang.
Masalah ini telah saya bahas secara panjang lebar dalam kitabku
yang bernama Dalaailus Sunnah fii Ibthaali Taqsiimid Diin Ila Qisyr wa
Lubab.
Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi'i, 2006), hlm. 3/291-292.
|
|
Terakhir kali diperbaharui ( Monday, 30 March 2009 )
|